DIDI MAULANA - Selama 13 Tahun kurang lebih Nabi Muhammad SAW menyampaikan dakwah risalahnya di Kota Mekkah.
Namun dari perjuangan dakwah Rasulullah dan para sahabatnya di Kota Mekkah ternyata tidak mudah. banyak penderitaan yang dilakukan oleh kaum kafir Mekkah pada saat itu.
Kemudian Perintah Allah datang kepada Nabi untuk berpindah dalam rangka menyebarkan dakwah Islam di wilayah lain yaitu Madinah.
Penduduk Madinah telah menyatakan diri dalam perjanjian Aqabah bahwa mereka siap untuk menerima kedatangan Rasulullah dan para sahabat kaum muslimin untuk datang ke tempat mereka.
Hal itu karena Penduduk Madinah pun telah mengetahui informasi bahwa Rasulullah dan Para sahabatnya kerap kali mendapatkan siksaan dan penderitaan dari kaum kafir Mekkah.
Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah tidak pergi seorang diri, namun ditemani oleh seorang sahabat yang mungkin kita sudah familiar dengan beliau.
Siapakah sahabat yang menemani langkah Perjalanan nabi saat hijrah ke Madinah? temukan jawabannya di artikel ini ya sobat.
Sahabat yang Menemani Langkah Nabi Saat Hijrah ke Madinah
Menurut buku Kisah-kisah Inspiratif Sahabat Nabi yang ditulis oleh Muhammad Nasrullah, diceritakan bahwa ketika sebagian sahabat Nabi sudah mulai berhijrah dari Mekkah ke Madinah, namun ternyata Rasulullah SAW masih menunggu kabar dari Allah SWT terkait perintah untuk hijrah ke kota Madinah.
Saat itu, sahabat Nabi yang belum hijrah ke Madinah yaitu Abu Bakar meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menemani Nabi hijrah ke Madinah, namun ternyata Nabi tidak mengabulkan perizinannya.
Padahal Abu Bakar sangat berharap bahwa dirinya lah yang diminta untuk menemani Nabi hijrah ke kota Madinah.
Namun siapa sangka dengan penolakan tersebut justru harapan Abu Bakar semakin tinggi karena kemungkinan alasan Rasulullah SAW belum mengizinkannya pergi bersama sahabat lain agar bisa menemani Nabi Hijrah.
Kemudian Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Bakar di hari Senin untuk membawa kabar bahwa perintah untuk hijrah dari Allah SWT sudah turun. kemudian Rasulullah meminta Abu Bakar untuk menemaninya menuju Madinah.
Atas keputusan Rasulullah SAW yang menunjuk Abu Bakar untuk menemani perjalanan hijrahnya ke Madinah membuat Abu Bakar gembira. karena disaat genting pun Nabi selalu memilih Abu Bakar untuk menjadi temannya.
Kemudian karena rasa gembiranya tersebut, Abu Bakar dia-diam menyiapkan dua ekor unta agar bisa digunakan sebagai kendaraan oleh Nabi pada saat perjalanan menuju Madinah.
Perjalanan Rasulullah SAW dan Abu Bakar Saat Hijrah Ke Madinah
Nabi berangkat ke Madinah bersama Abu Bakar untuk hijrah ke Madinah, namun rute yang dipilihnya ternyata berlawanan dengan rute yang seharusnya ditempuh.
Madinah terletak disebelah Utara Kota Mekkah, namun Nabi dan Abu Bakar memilih jalan ke arah Selatan.
Hal itu dilakukan karena Nabi sudah tahu bahwa para kafir Mekkah telah berencana untuk membunuh Rasulullah SAW. saat menuju arah selatan, Nabi dan Abu Bakar menaiki bukit Tsur untuk bersembunyi di dalam gua.
Menariknya, Perjalanan hijrah yang dilakukan oleh Nabi dan Abu Bakar dari Mekkah ke Madinah hanya diketahui oleh keluarga Abu Bakar saja.
Ketika di dalam gua, ternyata Abu Bakar memerintahkan Putranya yaitu Abdullah untuk mendengarkan pembicaraan kaum kafir Mekkah dan segera melaporkannya jika ada hal yang terjadi di kota.
Atas perintah ayahnya tadi, Abdullah pun berbaur dengan kaum kafir Mekkah untuk mendengarkan pembicaraanya mulai dari pagi hingga siang hari, lalu melaporkannya saat sore hari tiba.
Bukan hanya putranya, Abu Bakar juga memerintahkan budaknya yaitu Amir bin Fahirah untuk mengembalakan ternaknya supaya jejak-jejak kaki Nabi dan Abu Bakar tidak terdeteksi oleh Kaum Kafir Mekkah.
Sementara itu, keluarga Abu Bakar menyusun strategi untuk melindungi Rasulullah SAW selama Perjalanan ke Madinah.
Kecintaan Abu Bakar Saat Menemani Perjalanan Hijrah Rasulullah ke Madinah
Kecintaan Abu Bakar kepada Rasulullah SAW ternyata sangat besar sehingga ia rela melakukan apapun untuk Nabi.
Hal itu dibuktikan pada saat Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur maka Abu Bakar membersihkannya terlebih dahulu sebelum dimasuki Rasulullah SAW.
Kisah ini diceritakan pada buku Sahabat Rasul Penghuni Surga yang ditulis oleh Ariany Syurfah, dimana saat Nabi tertidur didalam gua, kepala beliau bersandar pada badan Abu Bakar.
Seketika Abu Bakar melihat ular yang hendak keluar dari lubang kecil di dekat Nabi, dan langsung Abu Bakar bergegas untuk menutupnya menggunakan Kakinya tanpa alas apapun.
Selain ular, Abu Bakar juga melihat kalajengking yang hendak keluar dari lubang di dekat nabi, namun dengan cepat Abu Bakar menutup lubang tersebut dengan kakinya yang tanpa alas itu, namun naas kaki Abu Bakar terkena gigitan kalajengking tadi.
Saat itu Abu Bakar kesakitan, namun karena kecintaanya kepada Nabi, Abu Bakar tidak bergerak agar tidak mengganggu tidur Nabi.
Hal itu dilakukan Abu Bakar karena kecintaanya kepada Nabi sehingga Nabi bisa beristirahat dengan aman di dalam gua.
Itulah kisah kecintaan Abu Bakar kepada Nabi, semoga membuat kita terinspirasi dan semakin cinta dengan Rasulullah SAW serta perjuangannya patut kita tiru untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.***
Tags:
Khazanah
