![]() |
| Ilustrasi Sahabat Nabi (Pixabay/OpenClipart-Vectors) |
DIDI
MAULANA - Dikisahkan
suatu saat Nabi Pulang dari satu peperangan dengan membawa harta yang banyak.
Harta yang didapatkan nabi dari
hasil peperangan tersebut kemudian dibagikan kepada orang-orang. Kemudian ada
satu orang baduy Pedalaman yang datang menghampiri nabi.
Ketika itu Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam sedang mengenakan Seorang dari Yaman. Sorban tersebut sangat
keras sekali dan digunakan dibadannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
BACA JUGA: https://www.didimaulana.site/2023/04/mengetahui-lebih-dekat-keutamaan-puasa.html
Dikutip didimaulana.site dari
Instagram @habibalialkaff, Habib Ali mengilustrasikan bahwa orang yang berasal
dari Baduy Pedalaman tersebut tiba-tiba menarik sorban tersebut dengan kencang
dari badan Rasulullah.
Karena tarikan orang baduy tersebut, menyebabkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terluka.
Habib Ali
Mengatakan lebih lanjut, setelah menarik sorban Rasulullah, Orang Baduy
tersebut mengatakan "Wahai Muhammad berikan harta Allah yang ada padamu,
saya tahu kamu ini keturunan orang miskin, harta yang ada ini bukan harta kamu
tapi hartanya Allah Subhanahu Wata’ala" Kata Orang baduy yang disampaikan
oleh Habib Ali.
Setelah orang baduy tersebut
mengatakan hal itu, Seketika Syaidina Umar dari samping Rasulullah mengatakan
"izinkan saya Rasulullah saya pisahkan kepala sama badannya" kata
Syaidina Umar dari penjelasan Habib Ali.
BACA JUGA: https://www.didimaulana.site/2023/03/kecintaan-sahabat-yang-menemani-nabi.html
Dari sekian banyak sahabat,
Syaidina Umar lah yang paling banyak mengatakan seperti itu. Karena kita tahu
bahwa Umar merupakan sahabat nabi yang dikenal tegas dan disegani.
Nabi pun senantiasa meredam
amarah Umqr kepada Orang baduy tersebut atas perlakuannya kepada
Rasulullah.
Orang Baduy tersebut kemudian
mengatakan "Saya tahu bapakmu, saya tahu kakekmu, mereka bukan orang kaya,
ini harta yang banyak milik Allah harusnya saya Punya" kata orang baduy
menurut penjelasan Habib Ali.
Nabi pun menjawab nya "kamu
mau apa?" Orang baduy pun mengatakan "Saya mau ini, saya mau
itu". Kemudian Rasulullah memberikan Harta tersebut sesuai permintaan
orang baduy tadi melalui Syaidina Umar.
BACA JUGA: https://www.didimaulana.site/2023/07/menghadapi-quarter-life-crisis.html
Setelah mendapatkan harta itu
kemudian Orang Baduy tersebut dipanggil oleh Rasulullah. Nabi pun
menanyakan kepada orang tersebut, "Kamu tahu tidak saya ini siapa"
dengan tegas orang baduy menjawab "Muhammad".
Habib Ali dalam ceramahnya
memaparkan ketegasan Nabi kepada orang baduy tersebut. Nabi menegaskan
"Kamu tahu saya ini pemimpin, saya kalau ngomong sama anak buah saya,
penggal kepala ini orang! Kamu di penggal nanti, apakah kamu tidak takut?"
Kata nabi menurut bahasanya Habib Ali.
Orang baduy tersebut tidak takut
dengan hal itu karena sebelum menemui nabi, ia sudah mencari tahu dahulu siapa
nabi. Dan orang baduy tersebut mendapati informasi bahwa salah satu sifat nabi
adalah ketika ada orang lain yang melakukan kejahatan kepada nabi ternyata nabi
membalas dengan kebaikan.
Oleh karena itu orang baduy
tersebut datang kepada nabil dengan melakukan kejahatan supaya dibaiki oleh
nabi. Ternyata orang sepolos yang mencelakakan nabi tadi tidak tahu kalau ada
orang baik harusnya bersikap baik meskipun dalam keadaan dibaiki atau
dijahati.
BACA JUGA: https://www.didimaulana.site/2023/06/posisi-mahasiswa-zaman-now-masih.html
Ini menjadi pelajaran bagi kita
bahwa ketika menyikapi sesuatu tidak bergantung pada konteks luar yang kita
tahu saja, melainkan mencari tahu di berbagai sisi dan kondisi.
Meskipun demikian, nabi
mengikapinya dengan lemah lembut bahkan setelah mendengar penjelasan orang
baduy tersebut nabi tertawa walaupun sempat dilukai.
Masya Allah, itulah pelajaran dan
sifat nabi yang bisa kita ambil hikmahnya menurut penjelasan Habib Ali Zaenal
Abidin Alkaff.
Untuk video penjelasan Habib Ali
tadi bisa di cek pada link berikut ini:
