DIDI MAULANA - Perkara dunia yang tidak bisa kita duga memang menjadi misteri yang selalu menghantui pikiran kita semua. Apalagi anak muda yang sedang dalam fase bimbang menentukan arah hidupnya kedepan.
Tidak bisa dipungkiri juga kalau dunia itu memang tempat kita berkehidupan, bersosialisasi bahkan beramal shalih. Dunia menjadi tempat layaknya kebun yang harus digarap dan disemai benih kebaikan bagi orang yang beriman. Agar kelak mereka bisa memetik hasil dari kebaikan itu di negeri yang abadi bernama akhirat.
Sebaliknya, dunia menjadi tempat angker bagi orang yang ingkar kepada Allah, karena harus sibuk mencari kebahagiaan yang sebetulnya hanya sesaat saja ia peroleh di dunia.
Overthinking selalu menjadi penghambat bagi seorang muslim yang sedang Istiqomah menjalani hari-hari yang penuh misteri itu. Terkadang kita dihantui rasa takut akan masa depan yang belum pasti adanya.
Juga khawatir karena adanya tuntutan dari orang lain yang harus serba bisa dalam segala hal. Namun overthinking ini sebetulnya hanya sebuah pikiran yang terlalu berlebihan, barangkali itu semua hanya asumsi diri saja.
Menjawab hal itu, Syaikh Dr. Utsman Al-Khamis memberikan sebuah nasihat kepada kita semua untuk senantiasa memprioritaskan perhatian kita pada akhirat melebihi dunia kita.
Karena segala perkara dunia itu telah tercatat dan telah diputuskan oleh Allah ta’ala. Dan seseorang telah ditetapkan ajalnya, amalnya dan rezekinya sejak ia masih didalam perut ibunya.
"Maka jangan cemas dengan perkara dunia, dan jadikan tujuan akhiratmu dengan sesuatu yang Allah wajibkan atasmu” Ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap yang sudah Allah tetapkan atas kita, pasti akan mendatangi kita. Maka tidak sepatutnya kita berlebihan dalam mengejar hal tersebut melebihi hal yang sewajarnya.
Begitulah ketetapan Allah yang harus diketahui oleh kita semua sebagai seorang muslim. Sehingga tidak sepatutnya kita terlalu overthinking pada dunia. Selagi kita berusaha, Allah pasti akan memberikan jalan pada apa yang kita ikhtiarkan, barakallah fiikum.
